Mengintip Pesona Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang - BR

Sunday, February 24, 2019

Mengintip Pesona Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang


Siapa dari kita yang tidak tau kota singkawang ? yap! Mungkin dari masyarakat Kalbar yang sudah lama menetap  tidak diragukan lagi sama kota dengan julukan "seribu kelenteng" ini . kota ini terletak sekitar 150 km sebelah utara dari pontianak . sedikit info, kota ini juga patut di apresiasi karena pernah dinobatkan menjadi kota yang toleran di indonesia . wow, tentunya saya semakin bangga tinggal di indonesia (Baca:Negara ber flower) apabila julukan itu bisa memotivasi kota kota lainnya. 

Terakhir saya menjejakan kaki ke kota singkawang ini pada perayaan imlek 2019 . saya tidak heran lagi ketika melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap perayaan ini . karena perayaan ini kita disuguhkan dengan atraksi yang "Nyeleneh" kalo dalam bahasa jawa. 😃 . selain itu budaya yang berkembang di indonesia semakin lama akan tergerus dengan ke-moderenisasi zaman . terbukti dengan adanya budaya mobilegend yang semakin menjamur.*lupakansaja*

Dari Pontianak Menuju kota singkawang dapat kita tempuh dengan waktu kurang lebih 4 jam . saya ingat betul waktu saya masih sekolah menengah atas saya dapat menempuh jarak hanya dengan 2,5 - 3 jam ! Fantastis bukaan? mungkin bagi kalian itu biasa aja tapi tidak bagi saya karena momen itu mungkin tidak bisa di ulang kembali 😟 . di sepanjang perjalanan menuju kota ini kita disuguhkan dengan pemandangan yang masih cukup asri gunung pasi (yang saya tau udah jadi merk air mineral) ada juga namanya gunung poteng . bahkan di gunung itu terdapat makam masyarakat tionghoa yang dapat dilihat dari jalanan . 

Kuy, sejenak kita intip apa saja yang saya jelajahi di kota Amoy ini 


Vihara 



              vihara tri darma bumiraya


Kalo kalian tidak berkunjung kesini sepertinya sangat disayangkan , bule aja seneng main kesini 😎 karena inilah tempat ibadah sekaligus icon kota Singkawang . kalau kita liat hastag instagram / twitter tempat ini populer kok untuk ber-selfie ria para kaum milenials yang jomblo maupun kepala 3 . vihara ini terletak di bundaran pasar , Saya mengunjungi pada malam hari karena saya ingin melihat dengan jelas lampu gemerlap yang ada disekitar kelenteng . ternyata di luar pemikiran apabila malam hari lebih indah dari yang saya pikirkan .


Mesjid Agung Singkawang 


Satu dari banyak alasan kenapa kota Singkawang patut dinobatkan menjadi kota toleran karena tidak jauh dari vihara terdapat rumah ibadah Mesjid agung Singkawang yang letaknya hanya beberapa meter dari vihara menurut saya ini jarang sekali kita pandang di kota besar lainnya . jarang sekali terdengar kabar miring yang terjadi di kota Singkawang . Yap! kita doakan saja bisa dipertahankan .

Festival Lampion



festival malam lampion 

Sudah tidak diragukan lagi kalo udah malam festival susasana di kota Amoy akan terasa bergeming . bagaimana tidaak , cielaaaah ..! Hal yang tidak bisa saya saksikan setiap hari akhirnya bisa saya nikmati juga . Tahun 2016 Saya menikmati festival lampion itu di Pontianak tepatnya di jalan arah ke kape (katulistiwa plaza) setelah saya bandingkan sepertinya di kota amoy ini antusias masyarakat tidak kalah meriah seperti di Pontianak. bahkan lebih banyak bule yang "Nyasar" ke kota ini Muehehe 😝.. 


Masa memadati area jalan

Sepertinya kita tidak perlu direpotkan oleh pasport untuk pergi ke Hongkong , karena dengan berkunjung ke kota ini sama aja kita mengunjungi kota "Hongkong" yang memiliki "cabang" di indonesia hihi 😌 . suara riuh taburan gendang, gong, dan simbal (sayangnya tidak ada rebana ) cukup memanjakan telinga saya akan semarak cap gomeh tahun ini . jadi bagi kalian yang penasaran , lebih baik segera ambil cuti tahun depan ! 💃*emotdance*

Menjajal Kuliner singkawang !



bakmi dengan kuah kaldu terpisah 

Saya tergerak untuk mencicipi bakmi kuah khas Singkawang. di umur saya yang kepala dua ini sering banget denger nama bakmi tanpa kuah , tapi saya tidak sempat untuk mencoba maklum taunya saya makan yang simple aja (mantan anak kos) . *yu know lah ! 💆* .

Hal pertama yang saya coba cicipi ternyaaa hmm cocok di lidah saya , walaupun butuh adaptasi untuk menikmati kuliner ini . Kita bisa mencampurkan mie dan kuahnya atau makan mie sambil menghirup kuah yang telah ditaburi bumbu seperti cabe, lada, kecap dan tidak lupa jeruk sambal. Di Singkawang sendiri ada dua macam jenis bakmi kering ada yang halal dan non halal. 



Bakso sapi singkawang halal

Setelah Puas dengan menyantap bakmi kering , nampaknya perut saya masih menggerakkan masa untuk "demo" tanpa pikir panjang saya langsung pegi menyambangi bakso 91 Singkawang . ternyata tidak kalah uenakknya dengan bakso di Pontianak cuma yang membedakan disini cara penyajian yang terbilang kental dengan khas negara tirai bambu hihi . untuk rasa saya cukup merekomendasikan .

  
Festival Cap Gomeh 

Nah, ini sebenarnya yang di tunggu tunggu masyarakat Tionghoa ,Cap Go Meh singkat cerita adalah perayaan 15 hari terakhir setelah Tahun Baru Imlek . dimana dalam perayaan ini kita disguhkan dengan atraksi Naga , barongsai dan tatung . 



sumber google: infografik cap go meh

Tidak heran apabila Turis Mancanegara juga turut hadir dalam rangkaian festival cap gomeh ini .
menurut sumber dari mbah google acara cap go meh masuk dalam kalender event oleh Kementrian Pariwisata . seperti yang kita ketahui acara ini dapat "menyedot" para pelancong dari negeri luar untuk turut berpartisipasi . secara otomatis itu menaikkan pendapatan kota singkawang sebagai salah satu budaya ke arifan lokal yang mesti kita jaga bersama . 


Atraksi Puncak Acara Cap Go Meh 2019


Acara ini di buka dengan sambutan oleh walikota Singkawang Tjhai Chui Mie juga beberapa pejabat lain nya yang turut datang untuk melihat langsung . kalau selama ini kita melihat Naga sebagai mahluk Fiksi ,disini kita dapat melihat langsung Naga yang digerakkan oleh beberapa orang dan panjangnya cukup fantastis berkisar 20 Meter. 




pawai naga 


Atraksi Tatung 


Mungkin dari kalian ada yang bertanya apa itu Tatung Saya mengutip sedikit Tatung dalam bahasa Hakka adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur. Dimana raga atau tubuh orang tersebut dijadikan alat komunikasi atau perantara antara roh leluhur atau dewa tersebut. Dengan menggunakan Mantra dan Mudra tertentu roh dewa dipanggil ke altar kemudian akan memasuki raga orang tersebut. 






Turis Mancanegara yang berpartisipasi

Ada satu momen yang sedikit membuat saya Kagum ,dimana Warga Bule atau turis mancanegara ikut berpartisipasi memeriahkan acara ini . Kalau warga asing hanya sekedar menonton mungkin kita cukup senang melihat budidaya indonesia di Mata Dunia , tetapi yang saya dapatkan mereka cukup antusias ikut serta dalam acara ini sebagai "Pemain" dalam acara cap gomeh . saya berharap kedepan nya acara chap go meh bisa lebih go- Internasional tentunya ini menjadi hasil positif agar menarik lebih banyak lagi Wisatawan Mancanegara.

Tulisan ini di ikutsertakan Dalam Lomba Menulis Blog "Generasi Pesona Indonesia Kota Singkawang " Yang diselenggarakan oleh Generasi Pesona Indonesia Kota Singkawang .




Untuk Memperluas Pengetahuan kalian seputar perayaan cap gomeh dan seputar kota Singkawang  kalian bisa mengunjungi  Festival Cap Go Meh Singkawang dan Wisata Kota Singkawang

Kuy!, Bagi Kalian Yang gemar menulis, daripada curhat melulu ke mantan Mari kita ramekan tulisan kita seputar Imlek Atau Festival Cap Gomeh di singkawang . 

Bukan Cuma Sekedar Nulis ajaa. Kamu bakal bisa dapetin total Hadiah Rp.7.500.000. Tunggu apalagi buruaan tuangkan pengalaman ceritamu ke blog. Kalau sudah nulis langsung kirimkan aja link tulisan ke sosial media dengan Hastag #lombabloggenpiskw #genpisingkawang #pastikesingkawang #capgomehsingkawang2019


Akhir kata semoga bermanfaat 😎










loading...

7 comments:

silahkan kritik dan saran dengan bahasa yang baik dan benar